Arti & Makna Lambang Kabupaten Sarolangun

image

Bentuk Lambang Persegi Lima :
Melambangkan Kesetiaan Kabupaten
Sarolangun pada Negara Kesatuan Republik
Indonesia yang berazaskan Dasar Negara “Pancasila”.

Perisai Berwarna Merah :
Melambangkan Keberanian dan Jiwa Patriotisme
Rakyat Kabupaten Sarolangun dalam
menentang penjajahan pada masa lalu untuk
mempertahankan kedaulatan wilayahnya.

Dasar Warna Biru :
Melambangkan Alam Kabupaten Sarolangun
yang masih tenteram dan damai.

Dasar Warna Hijau Berbukit-bukit :
Melambangkan Wilayah Kabupaten Sarolangun
yang masih subur makmur dengan bukit–bukit
yang sangat potensial untuk dikembangkan
menjadi Daerah Pertanian, Perkebunan dan
Pertambangan. Bukit tersebut yaitu : Bukit
Bulan, Bukit Tujuh, Bukit Rayo, Perbukitan
Batang Asai dan Cagar Alam Bukit Dua Belas.

Kubah Mesjid dan Lima Pintu Mesjid :
Melambangkan Ketaatan Masyarakat
Kabupaten Sarolangun dalam menjalankan
ibadahnya kepada Tuhan Yang Maha Esa serta
mengamalkan seluruh isi sila dari
Pancasila.

Tiga Tingkat Bangunan di Bawah Kubah
Mesjid Berwarna Putih
:
Melambangkan Tampuk Pemerintahan
Kabupaten Sarolangun yang terdiri dari
eksekutif dan legislatif serta
mengikutsertakan masyarakat dalam
membangun daerahnya di segala bidang
dengan hati dan tulus ikhlas.

Jembatan Duo Sebandung :
Melambangkan ciri khas Kabupaten
Sarolangun dengan adanya jembatan yang
menjadi penghubung dan alat pemersatu
dalam dan luar kota, yang sangat berperan
bagi pertumbuhan perekonomian di Kabupaten
Sarolangun.

Empat Ruas Jembatan Gantung :
Melambangkan adanya Empat Kelurahan di
Kecamatan Sarolangun, Kabupaten Sarolangun
sewaktu Kabupaten ini berdiri.

Lima Ruas Jembatan Lintas :
Melambangkan Lima Sungai yang ada di
Kabupaten Sarolangun, yaitu : Sungai Batang
Asai, Batang Limun, Batang Air Hitam, Batang
Merangin, dan Batang Tembesi.

Kapas Warna Hitam :
Melambangkan Kesejahteraan Kabupaten Sarolangun.

Tali Warna Coklat Tua :
Melambangkan ikatan persaudaraan dan
tenggang rasa pada masyarakat Kabupaten Sarolangun.

Padi Warna Kuning Emas :
Melambangkan kemakmuran masyarakat
Kabupaten Sarolangun.

Jumlah Kapas Dua Belas, Tangkai Sepuluh
Gelung, serta Padi Kiri dan Kanan Berjumlah
Sembilan Butir
:
Melambangkan peresmian berdirinya
Kabupaten Sarolangun pada tanggal 12
Oktober 1999.

Warna Orange :
Melambangkan kemesraan dan
keramahtamahan masyarakat Kabupaten
Sarolangun.

Warna Kuning :
Melambangkan kemuliaan hati masyarakat
Kabupaten Sarolangun.

Balai Adat :
Melambangkan tempat silang dan berpatut,
tempat kusut berselesai.

Warna Hitam Atap Balai Adat :
Melambangkan persatuan dan kesatuan
Kabupaten Sarolangun.

Satu Pintu dan Dua Jendela (Rumah) Adat :
Melambangkan pintu keluar masuknya
Pimpinan Adat dalam menyelesaikan masalah
adat (kusut tempat selesai, silang tempat
berpatut) oleh Tiga Pimpinan, yaitu : Pimpinan
Adat, Pimpinan Sara’, dan Pimpinan
Pemerintahan yang disebut tali tigo sepilin.

Enam Ruas Pintu Tengah Balai Adat :
Melambangkan Enam Kecamatan yang ada
sewaktu berdirinya Kabupaten Sarolangun,
yaitu : Kecamatan Sarolangun, Pauh,
Mandiangin, Pelawan Singkut, Limun, dan
Batang Asai.

Dua Belas Anak Tangga Warna Putih :
Melambangkan adanya dua belas Marga yang
ada di kabupaten Sarolangun sebagai asal-usul berdirinya kecamatan yang ada di
Kabupaten Sarolangun. Marga tersebut yaitu :
1. Marga Batin V Sarolangun
2. Marga Batin VII Tanjung
3. Marga Simpang Tiga Pauh
4. Marga Air Hitam
5. Marga Batin VI Mandiangin
6. Marga Pelawan
7. Marga Datuk Nan Tigo
8. Marga Cermin Nan Gedang
9. Marga Bukit Bulan
10. Marga Batang Asai
11. Marga Sungai Pinang
12. Marga Batin Pengambang

Sebuah Keris Lekuk Sembilan Warna Kuning
Emas
:
Melambangkan Kabupaten Sarolangun berada
di bawah naungan sebuah Propinsi yang
berlambang “Sepucuk Jambi Sembilan Lurah“.

Sebuah Gong :
Melambangkan kebudayaan dan Adat Istiadat
Kabupaten Sarolangun , yaitu berupa
penyampaian pesan dari bathin kepada
masyarakat.

Warna Coklat Muda Dinding Rumah :
Melambangkan tonggak penghubung antara
adat dan sara’ yang tersimpul dalam pepatah
adat yang berbunyi “Adat Bersendi Sara’, Sara’
Bersendi Kitabullah
”.

Motto Lambang Daerah “Sepucuk Adat
Serumpun Pseko

Melambangkan Masyarakat Kabupaten
Sarolangun bersama Pemerintah Daerah
selalu menjunjung tinggi adat istiadat dalam
kehidupan sehari-hari yang merupakan bagian
dari pusako Nenek Moyang yang sudah turun
temurun dan merupakan warisan dan nilai
budaya yang harus dilestarikan dan dikembangkan.

Sumber : Kemendagri

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s